Kekerasan di lingkungan sekolah kembali terjadi. Seorang satpam sekolah SMP Negeri 2 Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dianiaya tiga orang murid dan seorang wali murid.

Video aksi pemukulan para murid dan orangtua terhadap satpam bernama Faisal Pole itu menjadi pembicaran di media sosial.

Dilaporkan Pojoksatu.id, Kapolres Takalar, AKBP Gani Alamsyah Hatta, peristiwa pemukulan itu terjadi pada Sabtu, 9 Februari 2019. Polisi telah memeriksa empat orang yang diduga menganiaya Faisal.

“Kami sudah periksa empat orang, di mana ada tiga orang siswa dan satu orang tua siswa. Semuanya masih sebatas saksi dan masih kita mintai keterangannya,” kata Alamsyah, Senin, 11 Februari 2019.

Akibat pengroyokan ini, Daeng Pole harus rela kepalanya menderita 6 luka jahitan.

Daeng Pole ternyata belum cukup setahun menjaga keamanan, hingga kebersihan sekolah tersebut.

Perjuangan hidup untuk menafkahi keluarga kecilnya, tak sebanding dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Satpam dan petugas kebersihan di sekolah itu.

Ditambah lagi dengan musibah yang ia dapatkan sekarang. Hanya sekadar menegur siswa dengan bicara kotornya, yang ia ucapkan kepadanya hingga mendapat pengeroyokan dari pelaku.

Para Murid Pengroyok Dikeluarkan dari SMPN 2 Galesong 

Sementara itu menurut Rakyatku.com, pelaku berjumlah lima orang. Pelaku bernama MI (12), NRA (12), AD (12), dan A (12) dan orang tua siswa RDS (48). Keempat siswa tersebut telah dikeluarkan pihak sekolah. Setelah pihak sekolah menggelar rapat bersama dewan guru, komite, dan dewan pendidikan Takalar. Rapat dihadiri pelaku, korban, orang tua pelaku, dan pihak kepolisian.

Kepala SMP Negeri 2 Galesong Selatan, Hamzah, mengatakan semua guru menolak keempat siswa itu mengenyam pendidikan lagi di SMP Negeri 2 Galesong Selatan.

“Dengan alasan kapan diterima akan mempengaruhi teman yang lain otomatis bertambah parah lagi. Orang tua (siswa) juga rela menerima anaknya dengan satu syarat dia bilang tolong carikan sekolah yang bisa menerima. Jadi saya bilang insyaallah,” ujar Hamzah.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *